Sebuah perusahaan jasa
sebisa mungkin dapat memberikan jasa yang berkualitas tinggi secara konsisten
dan kontinyu dibandingkan dengan pesaing, dalam rangka memenuhi harapan
pelanggan. Usaha jasa terbilang cukup rumit dan sangat kompleks dari pada
barang yang mempunyai wujud konkrit, sehingga menyulitkan seseorang untuk
mengidentifikasinya dalam waktu yang singkat.
Akan tetapi beberapa
pakar di bidang pemasaran mencoba melakukan studi atau mencari pendekatan
tentang dimensi atau faktor utama yang menentukan kualitas jasa. Menurut
Parasuraman, Zeithamal & Bery (Rangkuti, 2002: 29), bahwa untuk dapat
menentukan standar kualitas jasa dapat dilihat dari dimensi atau kriteria
berikut:
- Reliability (keandalan)
- Responsiveness (ketanggapan)
- Competence (kemampuan)
- Acces (mudah diperoleh)
- Courtesy (keramahan)
- Comunication (komunikasi)
- Credibility (dapat dipercaya)
- Security (keamanan)
- Understanding (knowing the costumer) (memahami
pelanggan)
- Tangibles (bukti nyata yang kasat mata)
Kualitas merupakan tingkat kesesuaian dengan persyaratan, dalam hal
ini persyaratan pelanggan. Total quality service merupakan
konsep tentang bagaimana menanamkan kualitas pelayanan pada setiap
fase penyelenggaraan jasa yang melibatkan semua personel yang ada dalam
organisasi (Handriana, 1998).
Beberapa dimensi kualitas jasa diteliti oleh banyak ahli.
Parasuraman dkk. (1985) pada riset eksploratori mereka meneliti kualitas
jasa dan faktor-faktor yang menentukannya. Mereka menemukan 5 dimensi kualitas
jasa, yaitu:
- Reliability: kemampuan untuk memberikan jasa
dengan segera dan memuaskan.
- Responsiveness: kemampuan untuk memberikan jasa
dengan tanggap.
- Assurance: kemampuan, kesopanan, dan sifat
dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf, bebas dari bahaya, resiko
dan keragu-raguan.
- Emphaty: kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik
dan memahami kebutuhan pelanggan.
Tangibles: fasilitas
fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar